Eris (planet katai)

Tumatan Wikipidia basa Banjar, insiklupidia bibas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

"Eris" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Eris (disambiguasi).

Eris
Eris (Tengah) and Dysnomia (kiri dari tengah).

Teleskop luar angkasa Hubble.

Penemuan
Ditemukan oleh M. E. Brown,

C. A. Trujillo, D. L. Rabinowitz

Tanggal penemuan 21 Oktober 2003
Penamaan
Penamaan MPC 136199 Eris
Penandaan alternatif 2003 UB313
Kategori planet minor Planet katai,

TNO, plutoid, dan SDO

Kata sifat Bahasa Inggris Eridian
Ciri-ciri orbit
Epos 6 Maret, 2006

(JD 2453800.5)

Aphelion 97,56 SA

14.60×109km

Perihelion 37,77 SA

5.65×109 km

Sumbu semimayor 67,6681 SA

10.12×109 km

Eksentrisitas 0,44177
Periode orbit 203.600 days

557 tahun

Kecepatan orbit rata-rata 3,436 km/s
Anomali rata-rata 197,63427°
Inklinasi 44,187°
Bujur node menaik 35,8696°
Argumen perihelion 151,4305°
satelit yang diketahui 1
Ciri-ciri fisik
Jari-jari rata-rata 1.300 +200 -100 km
Massa (1,67 ± 0,02)×1022 kg
Gravitasi permukaaan ekuator ~0,8 m/s²
Periode rotasi sideris > 8 h?
Albedo geometris 0,86 ± 0,07
Suhu permukaan min. rata-rata maks.
(sekitar) 30 K 42,5 K 55 K
Magnitudo semu 18,7
Magnitudo mutlak (H) −1,12 ± 0,01
Diameter sudut 40 milli-arcsec

Eris (nama resmi: 136199 Eris; sebelumnya dikenal sebagai 2003 UB313 dan juga Xena) adalah sebuah planet katai yang ditemukan pada hari Jumat, 29 Juli 2005 oleh tiga astronom dari Amerika Serikat, Profesor Mike Brown dan koleganya dari Institut Teknologi California (Caltech), yang juga menemukan beberapa objek-objek serupa planet pada area Sabuk Kuiper.

Awalnya diklaim oleh penemunya sebagai sebuah planet (namun status "planet katai" kemudian diterima), Eris sangat dingin, berbatu-batu dan lebih besar daripada Pluto. Eris diketahui mempunyai sebuah satelit, Dysnomia, yang ditemukan pada 10 September 2005.

Daftar isi[babak | babak asal mulanya]

  • 1Lebih besar dari Pluto
  • 2Nama
  • 3Planet katai
  • 4Referensi
  • 5Lihat pula
  • 6Referensi

Lebih besar dari Pluto[sunting | sunting sumber][babak | babak asal mulanya]

Eris memiliki diameter sekitar 3.000 kilometer, sehingga merupakan objek terbesar yang ditemukan di tata surya setelah Neptunus dideteksi tahun 1846. Eris juga lebih besar dari Pluto, bekas planet terkecil yang ditemukan pada 1930. Eris berjarak hampir 15 miliar kilometer (sembilan miliar mil) atau sekitar tiga kali jarak Pluto dari matahari. Dibanding Bumi, jaraknya 97 kali dibanding jarak Bumi-Matahari.

Eris adalah benda paling jauh yang pernah diketahui untuk mengitari di seluruh Matahari. Ukurannya mungkin satu setengah kali lebih besar dari Pluto. Objek angkasa ini terlihat pertama kali tahun 2003. Ia terlihat lewat teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar dan teleskop 8m Gemini di Mauna Kea, Hawaii. Pertama kali terlihat 21 Oktober 2003, namun para astronom tidak melihatnya lagi hingga 15 bulan kemudian. Baru pada 8 Januari 2005 ia terlihat lagi. Selain Brown, penemu lainnya adalah Chad Trujillo dari Observatorium Gemini di Hawaii, dan David Rabinowitz dari Universitas Yale.

Eris terlihat lebih redup dari Pluto, tetapi itu karena jaraknya tiga kali lebih jauh. Bila ia berada di tempat Pluto, ia akan terlihat lebih terang. Sejak ditemukan, penyebutan objek ini sebagai planet menjadi perdebatan.

Nama[sunting | sunting sumber][babak | babak asal mulanya]

Nama Eris berasal dari nama dewi keraguan dalam mitologi Yunani

Planet katai[sunting | sunting sumber][babak | babak asal mulanya]

Pada 24 Agustus 2006, para ilmuwan Persatuan Astronomi Internasional akhirnya memutuskan statusnya sebagai planet katai (dwarf planet).

Dalam waktu 280 tahun, jaraknya ke Bumi akan sedekat Neptunus. Seperti Pluto, permukaan Eris diduga didominasi oleh metana beku. Eris juga dipercaya merupakan bagian dari Sabuk Kuiper (Kuiper Belt), kawasan dalam tata surya menjulur dari orbit Neptunus.

Diperkirakan ada sekitar 100.000 objek yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper, salah satunya adalah Pluto, sehingga sebagian ilmuwan pun lebih menganggap status Eris sebagai objek Sabuk Kuiper dibandingkan sebuah planet. Tapi karena ukurannya yang besar, diameternya mencapai 3.000 kilometer, saat ditemukan Brown berani mengkualifikasi objek angkasa temuannya sebagai planet. "Kami mengharapkan ini tidak terlalu kontroversial, seperti orang mempercayai Pluto sebagai planet," katanya. (sumber: National Geographic News, Detikcom, Kompas)